Posted by: indresvari | May 15, 2009

Im Gonna Miss U All ” Envirophilia”

Envirophilia song :

Kami adalah envirophilia, selalu bersama selalu ceria
di sini kami temukan bahagia
selalu ada canda dan tawa

kami generasi cinta lingkungan, mahasiswa teknik lingkungan
karenanya kami siap berkorban
karena hidup penuh perjuangan

envirophilia. ..
perjuangan baru dimulai
envirophilia. ..
selalu bersama tetap semangat
tetap semangat walau sekarat
walau sekarat kami tetap hebat
HEBAT!!!

Posted by: indresvari | January 25, 2009

Tugas Akhir

Tugas akhir (TA) yang bakal gw kerjain judulnya adalah “Analisis Fluktuasi Kandungan Organik di Saluran Sewerage di Kota Bandung”.  TA ini merupakan bagian dari proyek riset dosen pembimbing gw (Bu Pray) and her team.

Tujuan risetnya adalah menentukan faktor yang mempengaruhi penyisihan organik di sewerage (saluran air limbah). Melalui pengujian lapangan dapat diketahui hal-hal yang mempengaruhi dan yang dapat meningkatkan fungsi sewerage sebagai bioreaktor.

Well, postingan kali ini..gw mau ceritain tentang langkah-langkah yang bakal gw lakukan sepanjang pengerjaan TA.

1.  Penentuan parameter organik apa yang akan diteliti, metode pengambilan sample, dan metode analisis sample.

2.  Persiapan alat dan bahan yang akan dipakai dalam analisis dan sampling.

(Metode dan alat pengukuran parameter, APHA,1998 )

Parameter

Metode Pengukuran

Alat

COD

pH

Suhu

DO

Turbiditas

Konduktivitas

TSS

VSS

Nitrat

Nitrit

Minyak & Lemak

Deterjen

Closed reflux, titrimetric

Electrometric

Electrometric

Electrometric

Electrometric

Electrometric

Gravimetric

Gravimetric

Diazotasi spectrofotmetri

Brucin Spectrofotometri

Soxhlet Ekstraksi

Ekstraksi dengan cloroform

Buret, COD cooker (hach), closed refluxHoriba

Horiba

Horiba

Horiba

Horiba

Cawan pijar, oven 105° C

Cawan pijar, oven 105° C, oven 600° C.

Spektrofotometer

Spektrofotometer

Soxhlet extraction, hotplate

Spektrofotometer

3.  Pengambilan Data Sekunder berupa data teknik saluran penyaluran air buangan(SPAB), peta layanan SPAB, dan penentuan lokasi sampling.

4.  Setelah sample didapat maka dilakukan analisis laboratorium untuk sample yang diambil dari titik sampling yang terpilih.

5.  Tahap terakhir analisis data hasil pengukuran dan penarikan kesimpulan.

Posted by: indresvari | January 22, 2009

Angklung

A Metamorph Perfection…………..

angklungindonesia_angklung

Indonesian old artefacts hold sacral religious purposes.  Angklung, likewise, originated from Indonesia and had the same purposes in ancient era.  Considered as magical religious medium, the voices of angklung were equal to the voice of  Dewi Padi (Goddess of Rice).  Therefore, in this  era, angklung was sacral instrument and held only by special people for ritual ceremonies.  Nevertheless, angklung already had it purposes transition through the ages.

In the era of Islamic Kingdoms in Indonesia, angklung was a typical entertainment music instrument and also played its part as Indonesian soldiers’ fighting spirit booster.  Therefore, in mid 19th century, angklung was restricted in West Java by the rule of The Dutch Empire.  They were apprehensive about angklung’s great effects on Indonesian people.  Angklung allowed only for children and beggars.  In this era, angklung never been profane.

Daeng Soetigna, teacher from kuningan, concerned about angklung declination and tried to reprise angklung back to its former level.  He learned how to make angklung from Aki Jaya, an illiterate who mastered Sundanese traditional music in Kuningan.  Daeng also developed angklung in diatonic scale.  This kind of angklung has two or three tubes of bambu and commonly comes in small-sized form.  In the contrary, the former traditional pentatonic scale angklung usually came in four tubes of bamboo and big-sized form.

In 1968, Daeng Soetigna’s students aroused angklung in Sundanese folksongs with some alteration.  It was not asn easy task to popularized angklung.  But sue to his believe that it is important to preserve this precious ancient musical instrument, Daeng kept trying and he finally succeeded in taking angklung to its initial high place and used in important national ceremonies.  Angklung has passed its sacral era, so we’re able to hear and play angklung anywhere, anytime.  This kind of angklung Padaeng, taken from Daeng Soetigna’s name.  In Indonesia, nowadays, angklung is part of education in elementary and high schools and usually played in orchestral form.

Source : KPA-ITB

Posted by: indresvari | January 21, 2009

Paradise at Gilitrawangan

Alam Indonesia memang luar biasa pesonanya..

Gilitrawangan adalah salah satunya…..

Suatu sore saya menonton liputan acara perjalanan ke suatu tempat yang bernama Gilitrawangan..Saat itu juga saya mupeng dan berharap suatu hari nanti bisa ke sana… ^.^

_w500h375_paper-gallery-img4515_gilitrawangan31

GILITRAWANGAN di www.my-indonesia.info

Gilitrawangan adalah salah satu dari tiga gili atau pulau di Kabupaten Lombok, NTB. Dua pulau lainnya adalah Gili Air dan Gili Meno.
Gilitrawangan memiliki luas 338 hektar, merupakan gili terluas dibandingkan Gili Air dan Gili Meno.

Gilitrawangan baru dikembangkan menjadi obyek wisata pada era 1980-an. Ciri khas obyek pariwisata disini adalah wisata bahari dengan pantai dan taman bawah laut.

Gilitrawangan, yang terkenal akan pemandangan pantainya yang sangat indah dengan hamparan laut membiru dan pasir putih yang lembut. Keindahan pantai dan sinar matahari yang selalu muncul sepanjang tahun, membuat Gilitrawangan menjadi favorit wisatawan mancanegara, terutama dari Eropa.

Pesona Gilitrawangan tidak hanya pada keindahan pantai dan taman bawah lautnya, tetapi juga pada kehidupan sehari-hari warganya. Penduduk Gilitrawangan yang sebagian besar Suku Sasak dan Bugis memegang teguh aturan Awing-awing, seperti tidak boleh ada kendaraan bermotor. Menurut salah satu tokoh masyarakat Gilitrawangan, untuk transportasi warga, sehari-hari mereka menggunakan sepeda atau cidomo, kereta yang ditarik dengan kuda.

Hampir di setiap penginapan atau cottage di tempat ini menawarkan peralatan menyelam snorkeling untuk melihat pemandangan taman laut di pinggir pantai. Selain itu juga tersedia peralatan diving atau menyelam di laut dalam bagi penggemar snorkeling dan diving, Gilitrawangan memang merupakan surga bagi wisatawan yang hobi menyelam. Karena itu, tak heran, bila pulau ini tidak pernah sepi dari wisatawan.

Older Posts »

Categories